لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الل وَبَرَكَاتُهُ

Yayasan Masjid Nurul Hidayah

  • Home
  • Galery
  • Berita
  • Wacana Kegiatan
  • Muslima Yayasan
  • Organisasi Islam
    • Rohani
    • Techno
    • Tips
  • Kepastian Panitia
    • Fun
    • Techno
    • Tips
  • Sifat Wanita
    • Fun
    • Techno
    • Tips
  • Wanita Idaman
    • Fun
    • Techno
    • Tips
twitter
googleplus
facebook
Alamat E-mail Nurul Hidayah:yayasanmasjidnurulhidayah@gmail.com

Curahan Hati Yang sangat Dalam Bab - 1

Kematian adalah pintu menuju Kebenaran
Dibalik kematian akan kita temukan Kebenaran
Kelahiran dan kematian ibarat ombak dalam Lautan Kehidupan
Sesaat lagi ada, sesaat lagi tidak ada
Lautan kehidupan adalah Kebenaran
Itulah Kebenaran
Untuk apa ada kematian?
Dan untuk apa ada kelahiran ?
Dan untuk apa ada ombak ?
Tanyakan kepada Laut
Ia akan menertawakan engkau
Ombak ?
Ombak apa ?
Semuanya ini adalah Aku
Tidak ada yang terpisah dari-Ku
Disinilah kita baru sadar
Bahwa yang sedang kita hadapi bukanlah ombak
Tetapi lautan kehidupan
Ombak tidak pernah berpisah dari laut
Yang melihat perpisahan itu
Adalah mereka yang belum menyatu
Belum bersatu dengan laut
Mereka masih berada di pantai
Kita merayakan munculnya ombak
Itulah yang kita sebut kelahiran
Lalu kita menyayangkan lenyapnya ombak
Itulah yang kita sebut kematian
Padahal kelahiran itu tidak ada
Kematian itu tidak ada
Yang ada hanyalah
Lautan Kehidupan
Itulah Aku
Allah
By Banyu Ladhuni......ayat tersirat

Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Sabarkan HatiMu Dalam Penantian

 

Jangan pernah ragu untuk melepaskan seseorang yang belum berhak untuk kita miliki…
Karena jika ALLAH memang mentakdirkan dia untuk kita miliki…
Cepat ataupun lambat dia akan pasti kembali menjadi milik kita… Sebaliknya…
Jika ALLAH memang mentakdirkan dia bukan untuk kita milki…
Maka yakinlah ALLAH akan memberikan kita pengganti yang lebih baik…
insyaAllah..Aamiin…
By : banyu Ladhuni
Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Senyuman Seorang Muslimah Kepada Lelaki, Bolehkah?




Saudariku, senyuman adalah hal yang secara manusiawi disukai manusia, apapun agamanya. Bahkan dalam Islam wajah yang penuh senyuman adalah bentuk akhlak yang baik. Maka tersenyumnya seorang Muslimah kepada orang lain pada asalnya adalah hal yang baik. Namun di sisi lain, Islam juga mengajarkan adab-adab bergaul antara lelaki dan wanita, agar terjadi keharmonisan dalam masyarakat Islam, dan mencegah terjadinya kerusakan di dalamnya. Lalu, apakah senyuman seorang Muslimah kepada lelaki yang bukan mahram-nya sesuai dengan adab Islami? Kita simak bahasannya..

 

 

Keutamaan wajah penuh senyuman

Saudariku, wajah yang penuh senyuman adalah akhlak Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam. Sahabat Jarir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkisah:
مَا حَجَبَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ، وَلاَ رَآنِي إِلَّا تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak pernah menghindari aku jika aku ingin bertemu dengannya, dan tidak pernah aku melihat beliau kecuali beliau tersenyum padaku” (HR. Bukhari, no.6089).
Beliau juga memerintahkan hal tersebut kepada ummatnya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
تبسمك في وجه أخيك لك صدقة
“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan gharib”. Di-shahih-kan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib)
Kata أخيك (saudaramu) disini berbentuk mufrad-mudhaf, sebagaimana dalam ilmu Ushul Fiqih, ini menghasilkan makna umum. Sehingga ini mencakup semua orang yang masih saudara, baik wanita atau laki-laki, tua atau muda, mahram atau bukan mahram. Tentu maksudnya saudara sesama Muslim. Oleh karena itu pada asalnya, hadits ini juga menunjukkan bolehnya wanita muslimah tersenyum kepada lelaki yang bukan mahram.

Boleh tersenyum asal aman dari fitnah

Tidak diragukan lagi bahwa wanita itu adalah fitnah bagi para lelaki. Fitnah di sini artinya: cobaan, atau hal yang berpotensi menimbulkan keburukan dalam agamanya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء
“tidaklah aku tinggalkan fitnah (cobaan) yang paling berat bagi laki-laki selain cobaan wanita” (HR. Al Bukhari 5069, Muslim 2740)
Dan wanita itu, bagaimana pun paras dan keadaan fisiknya, baik tersenyum atau tidak, wanita akan memiliki daya tarik di mata lelaki. Karena setan membantu menghiasi para wanita di mata lelaki sehingga lelaki jatuh pada godaan setan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
المرأةُ عورةٌ ، فإذا خرَجَتْ اسْتَشْرَفَها الشيطانُ
“wanita adalah aurat, jika ia keluar, setan akan menghiasinya” (HR. At Tirmidzi, 1173, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)
Dari sini, terkait dengan soal senyuman, para ulama memberi syarat bolehnya seorang Muslimah tersenyum pada lelaki. Yaitu, selama tidak dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Baari, ketika menjelaskan judul dari Shahih Al Bukhari :
(باب تسليم الرجال على النساء والنساء على الرجال): والمراد بجوازه أن يكون عند أمن الفتنة
“(Bab ucapan salam seorang lelaki kepada wanita dan wanita kepada lelaki), maksudnya kebolehannya dengan syarat selama aman dari fitnah”.
Syaikh Sulaiman Al Majid menjelaskan: “yang nampak bagi kami, tidak ada pertentangan antara dua sisi pandang tersebut. Hukum asalnya boleh bercengkrama dan tersenyum antara wanita dan lelaki, jika tidak dikhawatirkan fitnah. Dan dalam hal itu hendaknya memperhatikan keadaan si wanita dari sisi kencantikannya dan sisi usianya. Juga perlu memperhatikan bagaimana penduduk setempat dan kebiasaannya. Karena hal-hal ini memberi pengaruh yang besar. Disebagian negeri atau sebagian lingkungan, jika ada wanita muda dan lelaki bercengkrama maka umumnya akan menimbulkan keburukan, diantaranya terpikatnya hati antara keduanya, sementara di negeri atau lingkungan yang lain tidak terjadi demikian. Maka tergantung bagaimana adat penduduk setempat, maka prakteknya sesuai dengan keadaan.
Dan jika di suatu tempat, orang yang tidak tersenyum (pada wanita) dianggap sebagai orang yang arogan, maka tidak mengapa seorang lelaki tersenyum kepada wanita, atau wanita kepada lelaki, selama aman dari fitnah.
Dan berdasarkan hadits-hadits dan atsar mengenai bercengkramanya lelaki dan wanita, ini menunjukkan adanya kelonggaran. Namun dengan syarat selama aman dari fitnah dalam setiap keadaan” 
Namun perlu kami nasehatkan kepada saudari Muslimah sekalian, agar tidak bermudah-mudah dalam hal ini, mengingat di zaman ini fitnah wanita lebih dahsyat lagi bagi kaum lelaki. Maka hendaknya seorang Muslimah benar-benar memperhatikan syarat “aman dari fitnah” dalam memberikan senyuman kepada para lelaki.
Semoga Allah Jalla Jalaaluhu senantiasa menolong kita agar terhindar dari segala bentuk fitnah. Wallahul musta’an.


Baca Selanjutnya »
2 komentar:

Amalan hati-Ikhlas dan Sebab-Sebab Perusaknya

Pentingnya amalan hati
Secara umum amalan hati lebih penting dan ditekankan daripada amalan lahiriyah. Ibnu Taymiyah mengatakan:”Bahwasanya ia merupakan pokok keimanan dan landasan utama  agama, seperti mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala dan rasulNya, bertawakal kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala , ikhlas dalam menjalankan agama semata-mata karena Allah Subhannahu wa Ta’ala , bersyukur kepadaNya, bersabar atas keputusan atau hukumNya, takut dan berharap kepadaNya”. Imam Ibnu Qayyim juga pernah berkata: “Amalan hati merupakan hal yang pokok dan utama, sedangkan anggota badan adalah pengikut dan penyempurna. Sesungguhnya niat ibarat ruh, dan gerakan anggota badan adalah jasadnya. Jika ruh itu terlepas maka matilah jasad”.
Kedudukan Ikhlas
Ikhlas merupakan hakikat dari agama dan kunci dakwah para rasul Shallallaahu ‘alaihi wa Salam . Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya: ” Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta’atan (ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan meunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. 98:5) Juga firmanNya yang lain, artinya: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. 67:2)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu beliau berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Salam bersabda, Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya: “Aku adalah Tuhan yang tidak membutuhkan persekutuan , barang siapa melakukan suatu per-buatan yang di dalamnya menyekutukan Aku dengan selainKu maka Aku tinggalkan dia dan juga sekutunya.” (HR. Muslim).
Dengan demikian suatu ketaatan jika dilakukan dengan tidak ikhlas dan jujur terhadap Allah, maka amalan itu tidak ada nilainya dan tidak berpahala, bahkan pelakuknya akan menghadapi ancaman Allah yang sangat besar. Sebagaimana dalam hadits, bahwa manusia pertama yang akan diadili pada hari kiamat nanti adalah orang yang mati syahid, namun niatnya dalam berperang adalah agar disebut pemberani. Orang kedua yang diadili adalah orang yang belajar dan mengajarkan ilmu serta mempelajari Al Qur’an, namun niatnya supaya disebut sebagai qori’ atau alim. Dan orang ketiga adalah orang yang diberi keluasan rizki dan harta lalu ia berinfak dengan harta tersebut akan tetapi tujuannya agar disebut sebagai orang yang dermawan. Maka ketiga orang ini bernasib sama, yakni dimasukkan kedalam Neraka. (na’udzu billah min dzalik).
Pengertian Ikhlas
Ada beberapa pengertian ikhlas,  diantarnya:
  1. Semata-mata bertujuan karena Allah ketika melakukan ketaatan.
  2. Ada yang mengatakan ikhlas ialah membersihkan amalan dari ingin mencari perhatian manusia.
  3. Sebagian lagi ada yang mendefinisikan bahwa orang yang ikhlas ialah orang yang tidak memperdulikan meskipun seluruh penghormatan dan peng-hargaan hilang dari dirinya dan berpindah kepada orang lain,karena ingin memperbaiki hatinya hanya untuk Allah semata dan ia tidak senang jikalau amalan yang ia lakukan diperhatikan oleh orang,walaupun perbuatan itu sepele.
Ditanya Sahl bin Abdullah At-Tusturi, Apa yang paling berat bagi nafsu? Ia menjawab: “Ikhlas, karena dengan demikian nafsu tidak memiliki tempat dan bagian lagi.” Berkata Sufyan Ats-Tsauri: “Tidak ada yang paling berat untuk kuobati daripada niatku, karena ia selalu berubah-ubah.”
Perusak-perusak Keikhlasan
Ada beberapa hal yang bisa merusak keikhlasan yaitu:
  1. Riya’ ialah memperlihatkan suatu bentuk ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu orang-orangpun memujinya.
  2. Sum’ah, yaitu beramal dengan tujuan untuk didengar oleh orang lain (mencari popularitas).
  3. ‘Ujub, masih termasuk kategori riya’ hanya saja Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah membedakan keduanya dengan mengatakan bahwa: “Riya’ masuk didalam bab menyekutukan Allah denga makhluk, sedang ujub masuk dalam bab menyekutukan Allah dengan diri-sendiri. (Al fatawaa, 10/277)
Disamping itu ada bentuk detail dari perbuatan riya’ yang sangat tersembunyi, atau di sebut dengan riya’ khafiy’ yaitu:
  1. Seseorang sudah secara diam-diam melakukan ketaatan yang ia tidak ingin menampakkannya dan tidak suka jika diketahui oleh banyak orang, akan tatapi bersamaan dengan itu ia menyukai kalau orang lain mendahului salam terhadapnya, menyambutnya dengan ceria dan penuh hormat, memujinya, segera memenuhi keinginannya, diperlakukan lain dalam jual beli (diistimewakan), dan diberi keluasan dalam tempat duduk. Jika itu semua tidak ia dapatkan ia merasa ada beban yang mengganjal dalam hatinya, seolah-olah dengan ketaatan yang ia sembunyikan itu ia mengharapkan agar orang selalu menghormatinya.
  2. Menjadikan ikhlas sebagai wasilah (sarana) bukan maksud dan tujuan. Syaikhul Islam telah memperingatkan dari hal yang tersembunyi ini, beliau berkata: “Dikisahkan bahwa Abu Hamid Al Ghazali ketika sampai kepadanya, bahwa barangsiapa yang berbuat ikhlas semata-mata karena Allah selama empatpuluh hari maka akan memancar hikmah dalam hati orang tersebut melalui lisanya (ucapan), berkata Abu Hamid: “Maka aku berbuat ikhlas selama empat puluh hari, namun tidak memancar apa-apa dariku, lalu kusampaikan hal ini kepada sebagian ahli ilmu, maka ia berkata:  “Sesungguhnya kamu ikhlas hanya untuk mendapatkan hikmah, dan ikhlasmu itu bukan karena Allah semata.
Kemudian Ibnu Taymiyah berkata: “Hal ini dikarenakan manusai terkadang ingin disebut ahli ilmu dan hikmah, dihormati dan dipuji manusia, dan lain-lain, sementara ia tahu bahwa untuk medapatkan semua itu harus dengan cara ikhlas karena Allah.Jika ia menginginkan tujuan pribadi tapi dengan cara berbuat ikhlas karena Allah,maka terjadilah dua hal yang saling bertentangan. Dengan kata lain, Allah di sini hanya dijadikan sebagai sarana saja, sedang tujuannya adalah selain Allah.
  1. Yaitu apa yang diisyaratkan Ibnu Rajab beliau berkata: “Ada satu hal yang sangat tersembunyi, yaitu terkadang seseorang mencela dan menjelek-jelekan dirinya dihadapan orang lain dengan tujuan agar orang tersebut menganggapnya sebagai orang yang tawadhu’ dan merendah, sehingga dengan itu orang justru mengangkat dan memujinya. Ini merupakan pintu riya’ yang sangat tersembunyi yang selalu diperingatkan oleh para salafus shaleh.
Cara-cara mengobati riya’
  1. Harus menyadari sepenuhnya , bahwa kita manusia ini semata-mata adalah hamba. Dan tugas seorang hamba adalah mengabdi dengan sepenuh hati, dengan mengharap kucuran belas kasih dan keridhaanNya semata.
  2. Menyaksikan pemberian Allah, keutamaan dan taufikNya, sehingga segala sesuatunya diukur dengan kehendak Allah bukan kemauan diri sendiri.
  3. Selalu melihat aib dan kekurangan diri kita, merenungi seberapa banyak bagian dari amal yang telah kita berikan untuk hawa nafsu dan syetan. Karena ketika orang tidak mau melakukan suatu amal, atau melakukannya namun sangat minim maka berarti telah memberikan bagian (yang sebenarnya untuk Allah), kepada hawa nafsu atau syetan.
  4. Memperingatkan diri dengan perintah-perintah Allah yang bisa memperbaiki hati.
  5. Takut akan murka Allah, ketika Dia melihat hati kita selalu dalam keadaan berbuat riya’.
  6. Memperbanyak ibadah-ibadah yang tersembunyi seperti qiyamul lail, shadaqah sirri, menagis karena Allah dikala menyandiri dan sebagainya.
  7. Membuktikan pengagungan kita kepada Allah, dengan merealisasikan tauhid  dan mengamalkannya.
  8. Mengingat kematian dan sakaratul maut, kubur dan kedah syatannya, hari akhir dan huru-haranya.
  9. Mengenal riya’, pintu-pintu masuk dan kesamarannya, sehingga bisa terbebas darinya.
  10. Melihat akibat para pelaku riya’ baik di dunia maupun di akhirat.
  11. Meminta pertolongan dan perlindungan kepada Allah dari perbuatan riya’dengan membaca doa:”Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat syirik padahal aku mengetahui,dan aku mohon ampun atas apa-apa yang tidak ku ketahui.”
Wallahu a’lam bis shawab.


Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Kata Kata Doa Ikhlas Kesabaran Hati

Kumpulan Kata - Kata Kata Doa Ikhlas Kesabaran Hati | Kata Doa Tabah dan Ikhlas | Kata Doa Sabar Menghadapi Cobaan. pada kesempatan kali ini admin akan memberikan suatu informasi buat anda sekalian yang sedang mencari-cari artikel tentang Kata Mutiara Doa Kesabaran Hati, didalam kehidupan tentu kita pernah menghadapi yang namanya cobaan dan rintangan bukan? karena hal-hal seperti itulah cara Tuhan untuk menguji umat-Nya, dengan kita diberikan suatu masalah, kita belajar untuk sabar, dan ketika kita diberikan suatu cobaan yang hebat disitulah kita akan diajari cara bersyukur tentang apa yang telah kita punyai selama ini, jangan pernah kamu menyesali apa yang belum kamu dapatkan
Kata Kata Doaku Indah Hari ini  - karena setiap orang didalam hidup pasti akan merasakan yang namanya cobaan dan masalah, karena itulah takdir hidup kita. dan kita tidak boleh menyerah begitu saja, dengan adanya masalah kita akan belajar untuk bersikap lebih dewasa dan bijaksana. ingatlah juga setiap masalah yang datang pasti akan mendapat keindahan diakhirnya nanti, jadi jangan mudah putus asa untuk menghadapi cobaan hidup yang makin berat ini.
Kata Kata Doa Ikhlas Kesabaran Hati
Kata Kata Doa Ikhlas Kesabaran Hati
Nah, buat kamu yang sedang diuji kesabarannya karena banyak masalah kehidupan yang menerpa ? berikut akan admin berikan Kata Kata Doa Indah Ikhlas dan Kesabaran Hati :
Seperti apapun orang mencelamu, ingatlah masih ada TUHANmu yang lebih BESAR daripada mulut mereka!

Nanti ada saatnya dimana masalahmu tak sebesar kesabaranmu, tapi katakan padanya bahwa kamu punya Tuhan yang Lebih BESAR

Ya Tuhan, berilah kami rejeki yang cukup, bukan yang banyak, karena banyak belum tentulah cukup. Amin

Bekerjalah dengan ikhlas, karena Tuhan tidak memandang hasil usahamu, Dia memandang CARAmu untuk menghasilkan sesuatu tersebut

Alasan TUHAN tdk secepat kilat memberimu pasangan yg tepat adlh agar penantian mu membuat kamu LEBIH MENGHARGAI pasangan mu nanti

Dibalik sebuah musibah dan kesedihan, Tuhan menyelipkan hikmah dan kebahagiaan

Tuhan takkan menguji hambaNya melebihi dari batas kemampuan si hamba

Ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu

Jodoh dan Rejeki kita tak akan tertukar dengan punya orang lain. Percayalah Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Kelelahan akibat bekerja bukan alasan kenapa kita tidak menjalankan kewajiban kita kepada Tuhan

Ucapkan rasa syukurmu kepada Tuhan, atas nikmatnya hembusan nafas udara segar hari ini

Sesibuk apapun dirimu, jangan lupa tuk berdo'a meminta ampunan untuk ibu dan ayahmu. Jadilah anak yg berbakti

Tuhan memberi kita sakit, sebenarnya untuk mengingatkan pada kita betapa besarnya nikmat sehat itu

Awali hari ini dengan ucapan syukur atas indahnya pagi. Dan Tuhan masih percaya kepada kita tuk bisa menjalani hidup ini

Terkadang kita memberi kepada org lain tapi ia tak menghargai kita, namun jangan khawatir, Tuhan lah yg paling menghargaimu didunia

Org yg B.bahagia Bukanlah Org yg Hebat dalam segala Hal, Tapi Org yg Bisa Menemukan Hal Sederhana dlam Hidupnya & selalu Mengucap Syukur

Tuhan menciptakan 2 buah telinga dan 1 buah lidah untuk kita, yg artinya agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara

Lihatlh langit tuk mngetahui kbesaran Tuhan,lihatlah laut tuk mngenal kkuasaan Tuhan,& pandanglh cermin tuk mngerti cobaan Tuhan

Tuhan menciptakan 2 telinga untuk kita, agar kita bisa mendengar dari 2 sisi. Jangan menyimpulkan sesuatu hanya dari 1 pihak

Semakin sering kamu gagal mnjalani kisah cinta, tak berarti kamu adlh org yg gagal. Tapi, Tuhan mngajarimu cara m.dapatkn yg terbaik

Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Kalau kamu merasa sempurna, berarti kamu Tuhan ya? Perbnyak intropeksi diri agar jiwa hati tenang

Sebuah musibah & masalah bukan terjadi hanya karena sudah ditakdirkan, Tuhan menciptakan akbibat karena adanya sebab. Renungkanlah!

Syukuri lah apa yg sudah kamu miliki, jangan pernah sesekali mengejar kesempurnaan, karena tak ada yg sempurna selain yg Maha Kuasa

Di dunia ini, tak ada penyakit yg tak bisa disembuhkan. Setiap masalah pun, juga pasti ada jalan keluarnya

Tuhan, lancarkanlah semua urusan kami hari ini... Payungi kami dengan rahmat

Ya allah sabar kan lah hati ini , baik kan lah hati ini agar senantiasa selalu berada dalam lindungan Mu (˘ʃƪ˘)

Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kai dari azab neraka.

Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakannya perhitungan

Ya Allah ya Rabb aku terima segala hukuman dari Mu karena kelalaian aku tuk menjalankan perintah-Mu.

Izinkanlah aku Ya Allah . .Untuk dapat menghapus air mata ibuku dan selalu membuatnya tersenyum bahagia.

Tuhan, berikan aku kemenangan dari rasa malas, agar jgn jauh aku dari rezeki,

Bersyukur, Tuhan masih memberikan kesehatan :)

Bantulah kami Tuhan utk menjadi manusia-manusia yg terus berharap kepadaMu

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami

Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi untuk umatnya."

Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku, izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.

Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, serta berilah rahmat kepada kedua-duanya, sebagaimana mereka mendidikku pd waktu kecil. Amin.

Terima kasih Tuhan, Kau terus menemaniku melewati kehidupan ini, tanpa Mu, aku rasa aku tak akan mampu berjalan sejauh ini

Ya Allah bukakanlah bagiku hikmamu dan limpahkanlah padaku keberkahanMu, wahai Pengasih dan Penyayaang.

Jangan larut dalam kesedihan, ingat lah bahwa Tuhan mengirimkan Sedih dan Bahagia kepada kita dalam Satu Paket

lembutkanlah hati kami agar tidak tergoda untuk menyombongkan diri dan membuat org lain membenci kami

ya Allah berilah kesehatan dan kemudahan rezeki kepada kami, dan selalu jadikan kami berada di jalanMU yang lurus.

Milikilah impian, apapun itu. Yakinlah semua tercapai karena tidak ada yg mustahil jika kita selalu bersama Tuhan

Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku.

Apapun yang kudapatkan hari ini aku masih bersyukur atas rahmat,rejeki,serta umur yang kau berikan tuhan

Aku merasa bersalah telah melukai perasaan mu ibu mohon ampunin ke khilafan anak mu ini (˘ʃƪ˘)

(˘ʃƪ˘) tuhan tolong angkat derajat kami sekeluarga dan jagalah kejujuran kami semua

Ya Allah, dalam Sujud Ku bersyukur, dalam ruku ku bertasbih, dalam naunganmu kuberlindung & berdoa. Berkatilah Aku selalu

Wahai Allah yang membolak-balikan hati,teguhkanlah hatiku pada agama-Mu ( HR.Muslim,Ahmad dan Ibnu Majah )

(˘ʃƪ˘) Tuhan semoga aku mampu membuat bangga kedua orang tuaku dengan usaha dan semangat aku tuk meraih segala cita-cita.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang ada di pakaian ini.

Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa.Hidup ini terasa indah jika Saling Maaf Memafkan.

Ya Allah jadikanlah aku ini seorang yang pemaaf seperti engkau memaafkan kesalahan setiap umat-Nya (˘ʃƪ˘)

(˘ʃƪ˘) Tuhan aku bersyukur masih ada mereka yang sedikit mau mengerti dan menerima keberadaan ku.

Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkanku dengan keluargaku.

Semua Yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya (Allah).Setiap waktu Dia dalam kesibukan

Allah membimbing siapa yang Dia kehendaki kepada cahaya-Nya itu ( QS.An-Nur 35)

Tuhan tidak akan pernah membiarkan hambaNya terlarut dalam kesedihan, pasti ada rencana indah untuk membayar semua air mata

Tidak ada hati melainkan berada diantara jari dari jari-jari Allah jika menghendaki,Dia akan meluruskannya.
Demikian informasi terbaru seputar Kata Kata Doa Bijak Ikhlas Kesabaran Hati, semoga artikel diatas dapat bermanfaat buat anda sekalian. jadikan kata-kata mutiara diatas untuk referensi agar kehidupan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan disinilah kamu dituntut agar lebih sabar dalam menghadapi suatu cobaan yang datang. serta jangan lewatkan juga artikel menarik lainnya mengenai


Baca Selanjutnya »
1 komentar:

Curahan Hati Yang sangat Dalam Bab - 3

Bismillahirrohmaanirrohiim
BELAJAR JUJUR PADA DIRI SENDIRI
Ketika kita mengeluarkan uang atau harta untuk Sedekah,entah itu pada faqir miskin,masjid,sosial,dsb..
Apa yang menjadi niat dalam hati kita..?
Ikhlas..?
Melipat gandakan Rejeki..?
Titip untuk diambil dimasa mendatang..?
Titip untuk ditukarkan pahala diAkhirat..?
Riya' /pamer/biar dianggap apalah apalah..?
Udah pernah nanya Hati masing masing belum..?
Kalo udah,,jujurkah kita pada hati,atau berusaha membohongi hati sendiri..?
Ibarat ada 4 orang bersamaan masuk sebuah BANK,diantara mereka mempunyai niat yang berbeda beda..
1.Menabung
2.Bayar Hutang
3.Bayar Listrik
4.Transfer.
Kalo dipandang jelas sama sama mengeluarkan/membayarkan sejumlah uang,,
Tapi yang tahu maksud dan tujuannya hanya sipembayar dan kasir..nggk ada satupun dari pengunjung Bank yang lain tahu maksudnya..
Sehingga muncullah pendapat majemuk dari para pengunjung,
Begitu juga dengan kita..
Sama sama kita masukkan uang ke kotak amal,maka yang paling tahu maksud yang sebenarnya adalah Hati kita sendiri..
Ikhlas..?
Titip..?
Atau Riya..?
Mari lihat hati kita sendiri..
Kalo kita mau jujur..
Maka kita nggk akan rugi ketika mengeluarkan uang dan masuk kotak amal,
Tapi kalo kita tidak jujur pada hati kita sendiri,maka kita akan rugi berlipat lipat..
Yuuk...
Kita mulai memperhatikan Hati..
Selalu Hati Hati dengan Hati dan jangan suka menyakiti Hati dengan kemunafikan...
"Barang siapa suka membersihkan Hatinya sendiri,maka dia tidak akan sempet melihat noda dihati orang lain.."
Barang siapa yang menganggap orang lain Buruk,maka telah tumbuh kesombongan dihatinya karena menganggap dirinya lebih Baik.."
Barokallohulakum fiidunya wal Akhiroh..Aamiin..

Baca juga: Curahan Hati Yang sangat Dalam Bab -1
Baca juga: Curahan Hati Yang sangat Dalam Bab -2

By : Banyu Ladhuni Bersambung...........
Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

ISTIDRAJ DALAM ISLAM

 

"ISTIDRAJ DALAM ISLAM"
Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Jadi, ketika Allah membiarkan kita :
✅ 1. Sengaja meninggalkan shalat.
✅ 2. Sengaja meninggalkan puasa.
✅ 3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.
✅ 4. Berat untuk bershadaqah.
✅ 5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
✅ 6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
✅ 7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.
✅ 8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.
✅ 9. Tidak mau menuntut ilmu syar'I.
✅ 10. Lupa akan kematian.
Tetapi Allah tetap memberikan kita :
1. Harta yang berlimpah.
2. Kesenangan terus menerus.
3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
4. Tidak pernah diberikan sakit.
5. Tidak pernah diberikan musibah.
6. Hidupnya aman-aman saja.
Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ ... Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.
Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.
Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.
Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.
Wallahu a'lam bishowab...
Dari Ubah bin Amir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,ٌ
“Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.”
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah,َ
“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44)
(HR. Ahmad, no.17349, Thabrani dalam Al-Kabir, no.913, dan disahihkan Al-Albani dalam As-Shahihah, no. 414).
Semoga bermanfaat dan semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada kita. Aamiin
Yuk mari introspeksi diri
By : Banyu Ladhuni.....
Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Curahan Hati Yang sangat Dalam Bab - 2

 Sudahkah kau temukan, di jawab mustahil.
Atau menghadap langsung, dijawab, masya Allah.
Aku ingin menemui yang hendak ku sembah.
Kau riya, bid’ah balik dia menuduh.
Biarlah, kini ku cari jawab dalam sunyi, kepada Musa.
Berjalan ke Gunung Thur Sina.
Hai, Angkat gunungmu dan pegang erat-erat.
Pelajari semua isinya agar kau mengerti.
Aku masih pekak, tuli, bisu dan tolol.
Kini ku cari jawab kepada Sulaiman.
Bukan untuk menuntut cerita Aladin Ratu Bilqis.
Yang mampu membawa kepada-Nya dalam sekejab mata.
Melihat Singgasan Raja di tanah suci yang tidak tumbuh di bumi.
Kutanya pula dalam pengasingan kepada Ibrahim.
Dia bilang : ”Lihatlah alam terbentang”
Kau lihat Cahaya Langit dan Bumi,agar kau mengerti.
Belum juga aku bangkit dari bangun.”
Kucari Isa dan dia berkata : ”Carilah terang agar engkau berjalan di dalam terang”
Hati-hati katanya : ” Jangan kau menjadi si buta menuntun orang buta dan tentu kedua-duanya akan terperosok masuk lubang”.
Lelah aku berjalan, baru datang guru terakhir
Dia menaruh kasihan, melihat aku lelah seperti kuda beban mengangkut kitab.
Aku diberi sepeuluh kunci untuk membuka tujuh Pintu ku.
Benar kau guru Mursyid dan kita bersama
Ke langit terdekat.
Baca juga: Curahan Hati Yang sangat Dalam Bab -1
By : Banyu Ladhuni.......
Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

HATI HATI DENGAN HATI

 

Bismillahirrohmaanirrohiim
HATI HATI DENGAN HATI..
Saudaraku..
Kata kata ini adalah sebuah kata kata yang sangat berharga bila kita mau merenungi makna yang terkandung didalamnya ..
Tetapi kata kata ini akan menjadi perkara yang tidak berarti untuk hidup kita bila kita tidak mau mengamalkannya..
Lalu bagaimanakah cara mengamalkannya..?
Mari kita selalu memperhatikan hati kita,gerak gerik rasa kita dan nasehat nasehat sirr kita..
Apa yang diucapkan hati kita..?mari kita dengar..
Apa yang dikerjakan hati kita..?
Mari kita lihat..
Apa yang menyelimuti hati kita..?
Mari kita singkap..
Sudahkah kita Mukmin..?
Lihatlah hati .?
Sudahkah kita Muslim..?
Lihatlah hati..
Sudahkah kita Mukhsin..?
Lihatlah hati..
Saudaraku...
Didalam diri kita ada segumpal darah..
Apabila itu baik maka baiklah seluruh diri kita,dan apabila itu buruk maka buruklah seluruh diri kita ..
Karena itu saudaraku,,mari kita selalu berhati hati dalam menjaga hati kita itu..
Karena hati kita adalah segumpal darah penentu nilai kita disisi Alloh SWT..
Yaaa Muqollabal Quluub,,Tsabit Qolbi 'alaa Diinik...
Wahai Dzat yang maha membolak balik kan hati..
Tetap kanlah hati hamba atas AgamaMu..
Mulai melihat hati sendiri berarti mulai melupakan hati orang lain..
Mulai membersihkan hati sendiri,maka akan mulai menjauhkan pandangan dari hati orang lain..
Pada Haqiqotnya,kesombongan berasal dari terhijabnya hati dari pandangan diri sendiri..
Keberkahan,Rohmat dan Hidayah Alloh SWT atas kita semua fiidunya wal Akhiroh..Aamiin
By : Banyu Ladhuni....
Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Jangan pernah beranikan diri mengenal Tuhanmu

 

Jangan pernah beranikan diri mengenal Tuhanmu,
Jika tak ingin hatimu perih tersayat bagai sembilu menanggung beban kerinduan kepadaNya
Jangan pernah beranikan diri mengenal Tuhanmu,
Jika tak ingin menangis dan tampak bodoh saat cinta dan kerinduan itu datang menyelimuti dirimu
Jangan pernah beranikan diri mengenal Tuhanmu
Jika tak ingin cintamu kepada selainNya menjadi musnah, karena pada Tuhanlah cinta sejati itu melekat.
Saat engkau mengenal Tuhanmu, maka engkau akan mengenal dirimu.
Saat engkau mengenal Tuhanmu, maka hidupmu akan dipenuni rasa cinta dan kasih sayang dari Tuhanmu
Dengan cinta Tuhanmu engkau berbagi kepada sesama, berbagi kebahagiaan, berbagi kasih sayang dan rahmat Tuhanmu.
Dan sungguh segalanya Tuhanmulah yg berbuat, dirimu hanyalah sebuah bayangan fatamorgana karena yang wujud hanya Dia.
Laa ilaha illa Allah, tiada Tuhan selain Allah , Tiada yg Wujud selain Dia.
Dialah yg ditimur Dia pula yg dibarat, Dia yang lahir Dia pula yang batin.
Subhanallah waa bihamdihi.
By: Banyu Ladhuni
Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Rahasia Syukur, Sabar, dan Istighfar

 
Dalam mukaddimah kitab Al Waabilush Shayyib, Imam Ibnul Qayyim mengulas tentang syukur, sabar, dan istighfar hal di atas dengan sangat mengagumkan. Beliau mengatakan bahwa kehidupan manusia berputar pada tiga poros: Syukur, Sabar, dan Istighfar. Seseorang takkan lepas dari salah satu dari tiga keadaan:
1. Ia mendapat curahan nikmat yang tak terhingga dari Allah, dan inilah mengharuskannya untuk bersyukur. Syukur memiliki tiga rukun, yang bila ketiganya diamalkan, berarti seorang hamba dianggap telah mewujudkan hakikat syukur tersebut, meski kuantitasnya masih jauh dari ‘cukup’. Ketiga rukun tersebut adalah:
a. Mengakui dalam hati bahwa nikmat tersebut dari Allah.
b. Mengucapkannya dengan lisan.
c. Menggunakan kenikmatan tersebut untuk menggapai ridha Allah, karena Dia-lah yang memberikannya.
Inilah rukun-rukun syukur yang mesti dipenuhi :
2. Atau, boleh jadi Allah mengujinya dengan berbagai ujian, dan kewajiban hamba saat itu ialah bersabar. Definisi sabar itu sendiri meliputi tiga hal:
a. Menahan hati dari perasaan marah, kesal, dan dongkol terhadap ketentuan Allah.
b. Menahan lisan dari berkeluh kesah dan menggerutu akan takdir Allah.
c. Menahan anggota badan dari bermaksiat seperti menampar wajah, menyobek pakaian, (atau membanting pintu, piring) dan perbuatan lain yang menunjukkan sikap ‘tidak terima’ terhadap keputusan Allah.
Perlu kita pahami bahwa Allah menguji hamba-Nya bukan karena Dia ingin membinasakan si hamba, namun untuk mengetes sejauh mana penghambaan kita terhadap-Nya. Kalaulah Allah mewajibkan sejumlah peribadatan (yaitu hal-hal yang menjadikan kita sebagai abdi/budak-nya Allah) saat kita dalam kondisi lapang; maka Allah juga mewajibkan sejumlah peribadatan kala kita dalam kondisi sempit.
Banyak orang yang ringan untuk melakukan peribadatan tipe pertama, karena biasanya hal tersebut selaras dengan keinginannya. Akan tetapi yang lebih penting dan utama adalah peribadatan tipe kedua, yang sering kali tidak selaras dengan keinginan yang bersangkutan.
Ibnul Qayyim lantas mencontohkan bahwa berwudhu di musim panas menggunakan air dingin; mempergauli isteri cantik yang dicintai, memberi nafkah kepada anak-isteri saat banyak duit; adalah ibadah. Demikian pula berwudhu dengan sempurna dengan air dingin di musim dingin dan menafkahi anak-isteri saat kondisi ekonomi terjepit, juga termasuk ibadah; tapi nilainya begitu jauh antara ibadah tipe pertama dengan ibadah tipe kedua. Yang kedua jauh lebih bernilai dibandingkan yang pertama, karena itulah ibadah yang sesungguhnya, yang membuktikan penghambaan seorang hamba kepada Khaliqnya.
Oleh sebab itu, Allah berjanji akan mencukupi hamba-hamba-Nya, sebagaimana firman Allah,
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
“Bukankah Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhan) hamba-Nya?” (QS. Az Zumar: 36).
Tingkat kecukupan tersebut tentulah berbanding lurus dengan tingkat penghambaan masing-masing hamba. Makin tinggi ia memperbudak dirinya demi kesenangan Allah yang konsekuensinya harus mengorbankan kesenangan pribadinya, maka makin tinggi pula kadar pencukupan yang Allah berikan kepadanya. Akibatnya, sang hamba akan senantiasa dicukupi oleh Allah dan termasuk dalam golongan yang Allah sebutkan dalam firman-Nya:
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا
“(Sesungguhnya, engkau (Iblis) tidak memiliki kekuasaan atas hamba-hamba-Ku, dan cukuplah Rabb-mu (Hai Muhammad) sebagai wakil (penolong)” (QS. Al Isra’: 65).
Hamba-hamba yang dimaksud dalam ayat ini adalah hamba yang mendapatkan pencukupan dari Allah dalam ayat sebelumnya, yaitu mereka yang benar-benar menghambakan dirinya kepada Allah, baik dalam kondisi menyenangkan maupun menyusahkan. Inilah hamba-hamba yang terjaga dari gangguan syaithan, alias syaithan tidak bisa menguasai mereka dan menyeret mereka kepada makarnya, kecuali saat hamba tersebut lengah saja.
Sebab bagaimana pun juga, setiap manusia tidak akan bebas 100% dari gangguan syaithan selama dia adalah manusia. Ia pasti akan termakan bisikan syaithan suatu ketika. Namun bedanya, orang yang benar-benar merealisasikan ‘ubudiyyah (peribadatan) kepada Allah hanya akan terganggu oleh syaithan di saat dirinya lengah saja, yakni saat dirinya tidak bisa menolak gangguan tersebut… saat itulah dia termakan hasutan syaithan dan melakukan pelanggaran.
dengan demikian, ia akan beralih ke kondisi berikutnya:
3. Yaitu begitu ia melakukan dosa, segera lah ia memohon ampun (beristighfar) kepada Allah. Ini merupakan solusi luar biasa saat seorang hamba terjerumus dalam dosa. Bila ia hamba yang bertakwa, ia akan selalu terbayang oleh dosanya, hingga dosa yang dilakukan tadi justeru berdampak positif terhadapnya di kemudian hari. Ibnul Qayyim lantas menukil ucapan Syaikhul Islam Abu Isma’il Al Harawi yang mengatakan bahwa konon para salaf mengatakan: “Seseorang mungkin melakukan suatu dosa, yang karenanya ia masuk Jannah; dan ia mungkin melakukan ketaatan, yang karenanya ia masuk Neraka”. Bagaimana kok begitu? Bila Allah menghendaki kebaikan atas seseorang, Allah akan menjadikannya terjerumus dalam suatu dosa (padahal sebelumnya ia seorang yang shalih dan gemar beramal shalih). Dosa tersebut akan selalu terbayang di depan matanya, mengusik jiwanya, mengganggu tidurnya dan membuatnya selalu gelisah. Ia takut bahwa semua keshalihannya tadi akan sia-sia karena dosa tersebut, hingga dengan demikian ia menjadi takluk di hadapan Allah, takut kepada-Nya, mengharap rahmat dan maghfirah-Nya, serta bertaubat kepada-Nya. Nah, akibat dosa yang satu tadi, ia terhindar dari penyakit ‘ujub (kagum) terhadap keshalihannya selama ini, yang boleh jadi akan membinasakan dirinya, dan tersebab itulah ia akan masuk Jannah.
Namun sebaliknya orang yang melakukan suatu amalan besar, ia bisa jadi akan celaka akibat amalnya tersebut. Yakni bila ia merasa kagum dengan dirinya yang bisa beramal ‘shalih’ seperti itu. Nah, kekaguman ini akan membatalkan amalnya dan menjadikannya ‘lupa diri’. Maka bila Allah tidak mengujinya dengan suatu dosa yang mendorongnya untuk taubat, niscaya orang ini akan celaka dan masuk Neraka.(muslim)
By : Banyu Ladhuni

Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Kisah Wanita Sholehah

Di Madinah ada seorang wanita cantik shalihah lagi bertakwa. Bila malam mulai merayap menuju tengahnya, ia senantiasa bangkit dari tidurnya untuk shalat malam dan bermunajat kepada Allah. Tidak peduli waktu itu musim panas ataupun musim dingin, karena disitulah letak kebahagiaan dan ketentramannya. Yakni pada saat dia khusyu berdoa, merendah diri kepada sang Pencipta, dan berpasrah akan hidup dan matinya hanya kepada-Nya.

Dia juga amat rajin berpuasa, meski sedang bepergian. Wajahnya yang cantik makin bersinar oleh cahaya iman dan ketulusan hatinya.
Suatu hari datanglah seorang lelaki untuk meminangnya, konon ia termasuk lelaki yang taat dalam beribadah. Setelah shalat istiharah akhirnya ia menerima pinangan tersebut. Sebagaimana adat kebiasaan setempat, upacara pernikahan dimulai pukul dua belas malam hingga adzan subuh. Namun wanita itu justru meminta selesai akad nikah jam dua belas tepat, ia harus berada di rumah suaminya. Hanya ibunya yang mengetahui rahasia itu. Semua orang tajub. Pihak keluarganya sendiri berusaha membujuk wanita itu agar merubah pendiriannya, namun wanita itu tetap pada keinginannya, bahkan ia bersikeras akan membatalkan pernikahan tersebut jika persyaratannya ditolak. Akhirnya walau dengan bersungut pihak keluarga pria menyetujui permintaan sang gadis.

Waktu terus berlalu, tibalah saat yang dinantikan oleh kedua mempelai. Saat yang penuh arti dan mendebarkan bagi siapapun yang akan memulai hidup baru. Saat itu pukul sembilan malam. Doa ‘Barakallahu laka wa baaraka alaika wa jamaa bainakuma fii khairin mengalir dari para undangan buat sepasang pengantin baru. Pengantin wanita terlihat begitu cantik. Saat sang suami menemui terpancarlah cahaya dan sinar wudhu dari wajahnya. Duhai wanita yang lebih cantik dari rembulan, sungguh beruntung wahai engkau lelaki, mendapatkan seorang istri yang demikian suci, beriman dan shalihah.

Jam mulai mendekati angka dua belas, sesuai perjanjian saat sang suami akan membawa istri ke rumahnya. Sang suami memegang tangan istrinya sambil berkendara, diiringi ragam perasaan yang bercampur baur menuju rumah baru harapan mereka. Terutama harapan sang istri untuk menjalani kehidupan yang penuh dengan keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah.

Setibanya disana, sang istri meminta ijin suaminya untuk memasuki kamar mereka. Kamar yang ia rindukan untuk membangung mimpi-mimpinya. Dimana di kamar itu ibadah akan ditegakkan dan menjadi tempat dimana ia dan suaminya melaksanakan shalat dan ibadah secara bersama-sama. Pandangannya menyisir seluruh ruangan. Tersenyum diiringi pandangan sang suami mengawasi dirinya.

Senyumnya seketika memudar, hatinya begitu tercekat, bola matanya yang bening tertumbuk pada sebatang mandolin yang tergeletak di sudut kamar. Wanita itu nyaris tak percaya. Ini nyatakah atau hanya fatamorgana? Ya Allah, itu nyanyian? Oh bukan, itu adalah alat musik. Pikirannya tiba-tiba menjadi kacau. Bagaimanakah sesungguhnya kebenaran ucapan orang tentang lelaki yang kini telah menjadi suaminya.

Oh...segala angan-angannya menjadi hampa, sungguh ia amat terluka. Hampir saja air matanya tumpah. Ia berulang kali mengucap istighfar, Alhamdulillah ‘ala kulli halin. "Ya bagaimanapun yang dihadapi alhamdulillah. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala kegaiban."

Ia menatap suaminya dengan wajah merah karena rasa malu dan sedih, serta setumpuk rasa kekhawatiran menyelubung. "Ya Allah, aku harus kuat dan tabah, sikap baik kepada suami adalah jalan hidupku." Kata wanita itu lirih di lubuk hatinya. Wanita itu berharap, Allah akan memberikan hidayah kepada suaminya melalui tangannya.

Mereka mulai terlibat perbincangan, meski masih dibaluti rasa enggan, malu bercampur bahagia. Waktu terus berlalu hingga malam hampir habis. Sang suami bak tersihir oleh pesona kecantikan sang istri. Ia bergumam dalam hati, "Saat ia sudah berganti pakaian, sungguh kecantikannya semakin berkilau. Tak pernah kubayangkan ada wanita secantik ini di dunia ini." Saat tiba sepertiga malam terakhir, Allah taala mengirimkan rasa kantuk pada suaminya. Dia tak mampu lagi bertahan, akhirnya ia pun tertidur lelap. Hembusan nafasnya begitu teratur. Sang istri segera menyelimutinya dengan selimut tebal, lalu mengecup keningnya dengan lembut. Setelah itu ia segera terdorong rasa rindu kepada mushalla-nya dan bergegas menuju tempat ibadahnya dengan hati melayang.

Sang suami menuturkan, "Entah kenapa aku begitu mengantuk, padahal sebelumnya aku betul-betul ingin begadang. Belum pernah aku tertidur sepulas ini. Sampai akhirnya aku mendapati istriku tidak lagi disampingku. Aku bangkit dengan mata masih mengantuk untuk mencari istriku. Mungkin ia malu sehingga memilih tidur di kamar lain. Aku segera membuka pintu kamar sebelah. Gelap, sepi tak ada suara sama sekali. Aku berjalan perlahan khawatir membangunkannya. Kulihat wajah bersinar di tengah kegelapan, keindahan yang ajaib dan menggetarkan jiwaku. Bukan keindahan fisik, karena ia tengah berada di peraduan ibadahnya. Ya Allah, sungguh ia tidak meninggalkan shalat malamnya termasuk di malam pengantin. Kupertajam penglihatanku. Ia rukuk, sujud dan membaca ayat-ayat panjang. Ia rukuk dan sujud lama sekali. Ia berdiri di hadapan Rabbnya dengan kedua tangan terangkat. Sungguh pemandangan terindah yang pernah kusaksikan. Ia amat cantik dalam kekhusyuannya, lebih cantik dari saat memakai pakaian pengantin dan pakaian tidurnya. Sungguh kini aku betul-betul mencintainya, dengan seluruh jiwa ragaku."

Seusai shalat ia memandang ke arah suaminya. Tangannya dengan lembut memegang tangan suaminya dan membelai rambutnya. Masya Allah, subhanallah, sungguh luar biasa wanita ini. Kecintaannya pada sang suami, tak menghilangkan kecintaannya kepada kekasih pertamanya, yakni ibadah. Ya, ibadah kepada Allah, Rabb yang menjadi kekasihnya. Hingga bulan kedepan wanita itu terus melakukan kebiasaannya, sementara sang suami menghabiskan malam-malamnya dengan begadang, memainkan alat-alat musik yang tak ubahnya begadang dan bersenang-senang. Ia membuka pintu dengan perlahan dan mendengar bacaan Al-Quran yang demikian syahdu menggugah hati. Dengan perlahan dan hati-hati ia memasuki kamar sebelah. Gelap dan sunyi, ia pertajam penglihatannya dan melihat istrinya tengah berdoa. Ia mendekatinya dengan lembut tapi cepat. Angin sepoi-sepoi membelai wajah sang istri. Ya Allah, perasaan laki-laki itu bagai terguyur. Apalagi saat mendengar istrinya berdoa sambil menangis. Curahan air matanya bagaikan butiran mutiara yang menghiasi wajah cantiknya.

Tubuh lelaki itu bergetar hebat, kemana selama ini ia pergi, meninggalkan istri yang penuh cinta kasih? Sungguh jauh berbeda dengan istrinya, antara jiwa yang bergelimang dosa dengan jiwa gemerlap di taman kenikmatan, di hadapan Rabbnya.
Lelaki itu menangis, air matanya tak mampu tertahan. Sesaat kemudian adzan subuh. Lelaki itu memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini, ia lantas menunaikan shalat subuh dengan kehusyuan yang belum pernah dilakukan seumur hidupnya.

Inilah buah dari doa wanita shalihah yang selalu memohonkan kebaikan untuk sang suami, sang pendamping hidup.
Beberapa tahun kemudian, segala wujud pertobatan lelaki itu mengalir dalam bentuk ceramah, khutbah, dan nasihat yang tersampaikan oleh lisannya. Ya lelaki itu kini telah menjadi dai besar di kota Madinah.
Memang benar, wanita shalihah adalah harta karun yang amat berharga dan termahal bagi seorang lelaki bertakwa. Bagi seorang suami, istri shalihah merupakan permata hidupnya yang tak ternilai dan "bukan permata biasa".

(Dari kumpulan kisah nyata, Abdur Razak bin Al Mubarak) 


Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Ini Makna Senyum Seorang Muslimah

Hanya karena senyum, seorang laki-laki salah kaprah. Tersebutlah wanita cantik, shalehah, pemalu. Wanita ini senantiasa menjaga kehormatannya. Saat berbicara menunduk, dan tidak ingin melihat hal yang mendekatnya pada kemaksiatan.
Suatu hari, seorang laki-laki datang bersama keluarganya menyampaikan niat baik meminang gadis itu. Keluarganya tidak ada masalah. Saat ia ditanya, wanita itu tersenyum. Seluruh tamu mengucapkan hamdalah tanda rasa syukur. Laki-laki juga sangat gembira, karena memaknai senyum itu sebagai “iya” dari sang gadis.
Namun ternyata semua salah kaprah. Senyum dari gadis tidak bermakna “iya”. Menurutnya, senyum itu hanyalah penghormatannya sebagai tuan rumah kepada laki-laki itu. Sahabt muslimah, begitu mahal makna senyum kepada laki-laki yang bukan mahram. Senyum, memiliki makna berbeda. Salah memaknai senyum, bisa berakibat fatal. Berikut beberapa makna senyum seorang muslimah;
Pertama, senyum di balik kata iya. “Jika seorang wanita muslimah ditanya tentang keinginannya menerima lamaran seorang laki-laki, saat terdiam itu adalah jawaban “iya”. Dan saat tersenyum, maka maknanya adalah “sangat setuju.” Bukan hanya pada persoalan menikah saja, tapi juga pada hal yang melibatkan diri dan perasaan wanita.
Kedua, makna senyum seorang muslimah sebagai maksud tidak ingin mengecewakan. Biasanya senyum ini dibarengi dengan kata tidak setuju, tidak sepakat, tidak mau sebelumnya. Senyum seperti ini bertujuan melindungi diri wanita dari kekhawatiran, orang yang diberi senyum akan kecewa.
Ketiga, makna senyum seorang muslimah yang menggambarkan kebahagiaan, kemenangan, dan dominasi. Senyum seperti ini biasanya datang saat wanita mendapatkan sesuatu yang baik dan tidak disangka-sangka. Wanita mengungkapkan kegembiraannya dengan fantastis, sebuah senyum lebar yang manis.
Keempat, senyum yang menunjukkan kekuasaan. Senyum seperti ini biasanya kelihatan sedikit sinis. Saat wanita merasa berkuasa, dan bertemu dengan wanita yang lain yang memiliki kekuasaan sama dengannya, akan tersenyum dengan senyum seperti ini. Sebaliknya, wanita yang tidak punya kekuasaan akan tersenyum dengan orang lain, entah mereka bahagia atau tidak.
Kelima, makna senyum muslimah yang tidak memiliki makna teertentu tapi untuk tujuan tertentu. Misalnya, senyum serba salah, senyum saat bertemu dengan orang baru, atau senyum untuk tujuan obat.
Senyum untuk tujuan obat sangat penting, karena berdasarkan hasil riset ilmiah kesehatan, ternyata senyum bisa membuat orang awet muda, bisa menurunkan tekanan darah, dan penangkal dari berbagai macam penyakit.
Sahabat muslimah, senyum dapat memberi semangat dan ketenangan hati yang luar biasa dalam menjalani hidup. Sebuah senyuman mampu memberi energi optimis dan positif. Senyum bisa membawa kebahagiaan (baca: tips mudah merasakan kebahagiaan). Mulailah tersenyum pada orang lain, karena senyum pun adalah ibadah.

Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Kepastian seorang wanita

 

Wanita..
Wanita itu sebenarnya punya rasa yang unik dia menyukai seseorang tapi terkadang dia butuh waktu untuk mencintainya...
Wanita..
Wanita yang baik itu pasti banyak di sukai lelaki tetapi wanita baik itu hanya mencintai satu lelaki...
Wanita..
Wanita itu tidak suka di diam diam kan tetapi dia juga tak suka jika marahin...
Wanita..
Terkadang wanita itu berusaha senyum di depan lelakinya walau di hatinya terluka karena sikap lelakinya...
Wanita..
Wanita itu lemah fisiknya dari pada lelaki tetapi Hatinya lebih kuat dari lelaki...
Wanita..
Wanita yang baik itu tak berani marah kepada lelakinya tapi dia hanya berani mengeluarkan air mata hanya karena dia tak
ingin marah dengan lelakinya...
Wanita..
Wanita itu tak suka jika sering mendengar kata Terserah dari lelakinya karena dia butuh kepastian...


Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

kondisikan jasamani Otak Tertata, Hati Mudah Ikhlas

Baru-baru ini saya ngobrol-ngobrol dengan seorang bapak, salah satu pejuang ikhlas “Quantum Ikhlas” yang disemai oleh Katahati Institute-nya pak Erbe Sentanu. Kami saling bertukar pikiran, bagaimana masyarakat kita dapat menjadi lebih baik dengan menjadi ikhlas terhadap masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari. Tentunya ikhlas dengan konteks yang benar, bukan sekedar ikhlas.
Hati Mudah Ikhlas, saat Pikiran dan Otak Tertata.
Coba saja saat otak-pikiran ruwet atau ’stuck’, mudahkah untuk menjadi ikhlas ?
Sebaliknya, saat otak-pikiran tertata dan rileks, sulitkah untuk meng-ikhlas-kan sesuatu ?
Hati dan Otak memiliki kedudukannya masing2, yang tidak bisa saling dibandingkan, namun bila yang dipakai berpikir tidak ditata dengan baik, maka yang lainnya bisa mulai bermasalah.
MindSound Technology menyiapkan teknologi “MindSound” yang membantu masyarakat untuk menata otak dan pikiran, sehingga lebih mudah mencapai segala sesuatu dan ujung2nya lebih mudah meng-ikhlas-kan segala sesuatu.

Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Yasmanu, Dari Pupuk Organik Tambah Penghasilan Keluarga


PASURUAN, PortalJatim.com- Berbekal ketekunan dan kesabarannya mengikuti setiap pelatihan yang diadakan PPK Sampoerna sejak 2007 Yasmanu menciptakan pupuk organic cair yang pada akhirnya dapat menambah penghasilannya.
“Ide inovasi ini saya dapatkan ketika mengikuti pelatihan pupuk organic, yang kemudian saya tambahkan beberapa bahan berdasarkan pengalaman pribadi,” katanya saat kunjungan media Sabtu (21/09/2013).
Dijelaskan Mbah Manu, panggilan akrabnya, produk olahannya yang diberi merek dagang PRIMANU ini, mendapatkan apresiasi dari peneliti  institute Pertanian Bogor (IPB) pada 2010, yang kemudian membantunya untuk memperbanyak dan memasarkannya. Beberapa upaya juga dilakukannya untuk terus memperluas pasar yakni  melalui pameran dan online.
Produk Yasmanu memiliki kelebihan dibanding produk serupa di pasaran. Selain lebih murah juga juga mampu meningkatkan produksi dan memperbaiki unsure hara tanah dan ramah lingkungan.
“Saya mulai aktif mengikuti program pelatihan pada 2008 untuk membuat sistem pertanian yang efisien dan efektif. Kini saya sudah dapat membuat pupuk hayati cair yang dapat membuat panen padi meningkat. Dulu tanah seperempat hektar menghasilkan panen maksimal 1,6 ton. Sekarang dengan pupuk cair, bisa panen mencapai 2 ton lebih,” paparnya.
Untuk memproduksi produknya Yasmanu melibatkan enam orang pegawai, yang merupakan tetangga atau kerabatnya di desa. Yasmanu bercita-cita memperbesar usahanya agar dapat lebih banyak memberikan lapangan penghasilan bagi masyarakat sekitar. Namun saat ini dirinya masih terbentur masalah modal.
Meski baru berjalan tiga tahun, dengan bimbingan PPK Sampoerna, Yasmanu sudah dapat mengatur usahanya dan keuangannya. “Sekarang sudah ada yang mengurus bagian keuangan sehingga pencatatan usaha jelas,” ungkapnya.
Kategori/rubrik

SURABAYA, PortalJatim.com- Berawal dari keluhan beberapa teman yang berkunjung ke Surabaya dan mencari oleh-oleh, maka tercetuslah Astoe.
Adalah siswa lembaga pendidikan Swastika Prima Surabaya, M Zainudin yang mengemas krupuk olahan biota laut menjadi oleh-oleh khas Surabaya. “Saya tinggal diwilayah Kenjeran yang terkenal dengan olahan biota laut, namun sayang selama ini mereka menjualnya hanya dengan kemasan sederhana,” katanya pada PortalJatim.com Sabtu (25/05/2013).
Sejak Februari 2012 lalu, Zainudin mencoba menjual berbagai varian olahan khas warga Kenjeran itu dalam kemasan yang lebih modern dan dijualnya dengan sistem online. “Semua olahan biota laut ini menarik dan mempunyai nilai jual. Bahkan ada satu kompetitor yang sudah menjualnya dengan harga tinggi,” ungkap sulung dari 3 bersaudara itu.
Olahan kuliner ini mulai dari krupuk rasa ikan teripang, udang, terung, kakap,  lorjuk,  hingga ikan  layur.  “Hampir semua  warga  Kenjeran  berprofesi  sebagai  perajin  krupuk yang  diperoleh dari hasil laut," papar Zain, panggilan akrabnya.
Diakui Zain, awalnya Ia menitipkan dagangannya di outlet milik sang ayah di salah satu kapal penyebrangan antar pulau dan beberapa outlet di kawasan Tanjung Perak. “Sebagian pembeli memang mereka yang mencari oleh-oleh khas Surabaya untuk dibawa ke daerah asal,” terangnya.
Brand Astoe sendiri baru tercipta akhir Maret 2013 lalu. “Saya mulai usaha ini sejak tahun lalu, namun semenjak belajar di Swastika Prima saya paham bahwa setiap dagangan haruslah memiliki brand dan ciri khas. Karena itu tercetuslah Astoe yang berarti Asli Surabaya Tulen,” cerita alumni Pondok Modern Gontor itu.
Putra pasangan Teguh Hidayahtullah dan Suswati ini mengaku beruntung usahanya mendapat dukungan penuh kedua orang tuanya. “Mereka sangat mendukung usaha saya dan saya juga beruntung melanjutkan pendidikan di Swastika Prima. Saya banyak belajar bagaimana menjadi seorang enterprenur dan motivator,” ujar pemuda yang bercita-cita menjadi motivator muda ini.
Kakak dari Marsheila dan Angelina ini bercita-cita memasarkan produknya tak hanya keseentero Nusansatara namun juga go internasional.” Saya membidik pasar  internasional agar masyarakat tahu bahwa Surabaya juga kaya akan olahan makanan yang menarik,” tekad pemuda berusia 20 tahun ini. (dne)


Baca Selanjutnya »
1 komentar:

AKHLAK MULIA

Pengertian Akhlak Mulia

Akhlak berarti prilaku, sikap, perbuatan, adab dan sopan santun.
Akhlak mulia berati seluruh prilaku umat manusia yang sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadist, yaitu adab sopan santun yang dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW kepada kepada seluruh umat manusia ketika beliau masih hidup. Akhlak beliau adalah Akhlak Al-Quran.

Akhlak atau adab sopan santun yang telah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW itu meliputi akhlak manusia kepada Allah SWT dan Akhlak terhadap sesama ciptaan Allah, termasuk didalamnya akhlak terhadap diri sendiri karena diri sendiri itu termasuk ciptaan Allah Juga, (lahir dan batin)


Secara garis besar, akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu  :

1. Akhlak kepada Allah
Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampaikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist.

2. Akhlak kepada ciptaan Allah
Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku, sikap, perbuatan, adab dan sopan santun sesama mahluk Allah yang baik yang gaib maupun yang nyata, benda hidup ataupun benda mati.
Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia, maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini


1. Ciptaan Allah yang gaib

a) Gaib Dalam Arti Positif
  1. Malaikat
  2. Qada dan Qadar
  3. Kiamat, Alam Kubur, Padang Mashar Dll
  4. Surga, Neraka dan Segala Penghuninya
  5. Dan Lain – Lain

a) Gaib Dalam Arti Negatif
  1. Iblis, Jin, Syetan
  2. dan Benda serta Alam Gaib Lainnya
2. Ciptaan Allah yang Nyata

a) Sesama Manusia
  1. Nabi dan Rasul
  2. Keluarga

▪ Diri Sendiri
▪ Orang Tua
▪ Kerabat Dekat, Kerabat Jauh dan Seterusnya
▪ Tetangga Dekat dan Tetangga Jauh
▪ Sesama Muslim
▪ Non Muslim

b) Selian Manusia
  1. Tumbuhan
  2. Hewan
c) Benda Mati
  1. Bumi dan Segala Isinya
  2. Benda Luar Angkasa

Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna, namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW
Seluruh sikap dan perilku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya
Pembahasan masalah Akhlak  adalah pembahasan yang sangat luas, sama luasnya dengan seluruh aspek kehidupan manusia serta variasi – variasinya.

Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah :
1. Sebagai pengamalan Syariat Islam
Sebagai pengamalan Syariat Islam. Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah memberikan tuntunan prilaku dan etika secara sempurna, sehingga dengan niat karena Allah SWT, pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya.

2. Sebagai Identias
Sebagai Identias, Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia dengan hewan.

3. Pengatur Tatanan Sosial
Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk  semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan.

4. Rahmat Bagi Seluruh Alam
Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya

5. Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM )
Akhlak Mulia Sebagai Perlindunagn Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan
Selanjutnya secara bertahap kita akan mencoba melakukan kajian akhlak mulia ini sesuai dengan aturan dan tatanan ilmu tauhid yang benar dan yang menjadi acuan dalam kajian kita.


Akhlak Seorang Muslim Terhadap Allah SWT
Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupannya. Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala isinya , Allah adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia, dan lain sebagainya. Sehingga manakala hal ini mengakar dalam diri setiap muslim, maka akan terimplementasikan dalam realita bahwa Allah-lah yang pertama kali harus dijadikan prioritas dalam berakhlak.

Jika kita perhatikan, akhlak terhadap Allah ini merupakan pondasi atau dasar dalam berakhlak terhadap siapapun yang ada di muka bumi ini. Jika seseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap Allah, maka ia tidak akan mungkin memiliki akhlak positif terhadap siapapun. Demikian pula sebaliknya, jika ia memiliki akhlak yang karimah terhadap Allah, maka ini merupakan pintu gerbang untuk menuju kesempurnaan akhlak terhadap orang lain. Diantara akhlak terhadap Allah SWT adalah :

1. Taat terhadap perintah-perintah-Nya 
Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya. Sebab bagaimana mungkin ia tidak mentaati-Nya, padahal Allah lah yang telah memberikan segala-galanya pada dirinya. Allah berfirman (QS.4:65):

“Maka demi Rab-mu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
Karena taat kepada Allah merupakan konsekwensi keimanan seorang muslim kepada Allah SWT. Tanpa adanya ketaatan, maka ini merupakan salah satu indikasi tidak adanya keimanan. Dalam sebuah hadits, Rosulullah SAW juga menguatkan makna ayat di atas dengan bersabda (yang artinya):
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga hawa nafsunya (keinginannya) mengikuti apa yang telah datang dariku (Al-Qur’an dan Sunnah).” (HR.Abi Ashim al-syaiban)

2. Memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diembankan padanya.
Etika kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT, adalah memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan padanya. Karena pada hakekatnya, kehidupan inipun merupakan amanah dari Allah SWT. Oleh karenya, seorang mukmin senantiasa meyakini, apapun yang Allah berikan padanya, maka itu merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban dari Allah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah bersabda (yang artinya):
Dari Ibnu Umar ra, Rasulullah SAW bersabda (yang artinya),
“ Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang amir (presiden/imam/ketua) atas manusia, merupakan pemimpin, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang suami merupakan pemimpin bagi keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang wanita juga merupakan pemimpin atas rumah keluarganya dan juga anak-anaknya, dan ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, dan ia bertanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya. Dan setiap kalian adalah pemimpin, dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Muslim)

3. Ridha terhadap ketentuan Allah SWT.
Etika berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT, adalah ridha terhadap segala ketentuan yang telah Allah berikan pada dirinya. Seperti ketika ia dilahirkan baik oleh keluarga yang berada maupun oleh keluarga yang tidak mampu, bentuk fisik yang Allah berikan padanya, atau hal-hal lainnya. Karena pada hakekatnya, sikap seorang muslim senantiasa yakin (baca; tsaqih) terhadap apapun yang Allah berikan pada dirinya. Baik yang berupa kebaikan, atau berupa keburukan. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):
“sungguh mempesona perkara orang beriman. Karena segala urusannya adalah dipandang baik bagi dirinya. Jika ia mendapatkan kebaikan, ia bersyukur, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena ia tahu bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.”(HR. Bukhari).

Apalagi terkadang sebagai seorang manusia, pengetahuan atau pandangan kita terhadap sesuatu sangat terbatas. Sehingga bisa jadi, sesuatu yang kita anggap baik justru buruk, sementara sesuatu yang dipandang buruk ternyata malah memiliki kebaikan bagi diri kita.

4. Senantiasa bertaubat kepada-Nya.
Sebagai seorang manusia biasa, kita juga tidak akan pernah luput dari sifat lalai dan lupa. Karena hal ini memang merupakan tabiat manusia. Oleh karena itulah, etika kita kepada Allah, manakala sedang terjerumus dalam ‘kelupaan’ sehingga berbuat kemaksiatan kepada-Nya adalah dengan segera bertaubat kepada Allah SWT. Dalam al-Qur’an Allah berfirman(QS.3:135):
“Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.”

5. Obsesinya adalah keridhaan Ilahi. 

Seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT, akan memiliki obsesi dan orientasi dalam segala aktivitasnya, hanya kepada Allah SWT. Dia tidak beramal dan beraktivitas untuk mencari keridhaan atau pujian atau apapun dari manusia. Bahkan terkadang, untuk mencapai keridhaan Allah tersebut ‘terpaksa’ harus mendapatkan ‘ketidaksukaan’ dari para manusia lainnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah menggambarkan kepada kita:
“Barang siapa yang mencari keridhaan Allah dengan ‘adanya’ kemurkaan manusia, maka Allah akan memberikan keridhaan manusia juga. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan cara kemurkaan Allah, maka Allah akan mewakilkan kebencian-Nya pada manusia.”(HR. Tirmidzi, Al-Qadha’i dan ibnu Asakir).

Dan hal seperti ini sekaligus merupakan bukti keimanan yang terdapat dalam dirinya. Karena orang yang tidak memiliki kesungguhan iman, orientasi yang dicarinya tentulah hanya keridhaan manusia. Ia tidak akan peduli, apakah Allah menyukai tindakannya atau tidak. Yang penting ia dpuji oleh orang lain.

6. Merealisasikan ibadah kepada-Nya. 

Etika atau akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT adalah merealisasikan segala ibadah kepada Allah SWT. baik ibadah yang bersifat mahdhah, atauppun ibadah yang ghairu mahdhah. Karena pada hakekatnya, seluruh aktivitas sehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT. dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS.51:56):
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”

Oleh karenanya, segala aktivitas, gerak-gerik, kehidupan sosial dan lain sebagainya merupakan ibadah yang dilakukan seorang muslim terhadap Allah. Sehingga ibadah tidak hanya yang memiliki skup mahdhah saja, seperti shalat, puasa, haji dan sebagainya. Perealisasian ibadah yang paling penting untuk dilakukan pada saat ini adalah beraktivitas dalam rangkaian tujuan untuk dapat menerapkan hukum Allah di muka bumi ini. Sehingga Islam menjadi pedoman hidup yang direalisasikan oleh masyarakat Islam pada khususnya dan juga oleh masyarakat dunia pada umumnya.

7. Banyak membaca Al-Qur’an. 
Etika dan akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah adalah dengan memperbanyak membaca dan mentadaburi ayat-ayat, yang merupakan firman-firman-Nya. Seseorang yang mencintai sesuatu, tentulah ia akan banyak dan sering menyebutnya.

Demikian juga dengan mukmin, yang mencintai Allah SWT, tentulah ia akan selalu menyebut-nyebut Asma-Nya dan juga senantiasa akan membaca firman-firman-Nya. Apalagi manakala kita mengetahui keutamaan membaca Al-Qur’an yang demikian besarnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengatakan kepada kita: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu dapat memberikan syafaat di hari kiamat kepada para pembacanya.”(HR. Muslim)

Adapun bagi mereka-mereka yang belum bisa atau belum lancar dalam membacanya, maka hendaknya ia senantiasa mempelajarinya hingga dapat membacanya dengan baik. Kalaupun seseorang harus terbata-bata dalam membaca Al-Qur’an tersebut, maka Allah pun akan memberikan pahala dua kali lipat bagi dirinya. Dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda (yang artinya): “Orang (mukmin) yang membaca Al-Qur’an dan ia lancar dalam membacanya, maka ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi suci. Adapun orang mukmin yang membaca Al-Qur’an, sedang ia terbata-bata dalam membacanya, lagi berat (dalam mengucapkan huruf-hurufnya), ia akan mendapatkan pahala dua kali lipat.”(HR. Bukhori Muslim).

“Wallahu A’lamu Bishowab”
Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:

Membangun Ahklaq Yang Mulia Dalam Kehidupan

Perilaku dan Tabiat Manusia, baik yang terpuji maupun tercela disebut akhlak. Dalam bahasa Indonesia, akhlak sering disebut “moral” atau “etika”. Secara etimologi, akhlak berasal dari bahasa Arab, akhlaq.

Secara umum kedudukan akhlak adalah universal. Nilai-nilai standar tentang akhlak sudah dihujamkan oleh Allah SWT ke dalam jiwa manusia sejak mereka lahir :

“Maka Dia ilhamkan dalam jiwa itu kecenderungan untuk berbuat buruk (hawa nafsu) dan kecenderungan untuk berbuat takwa” (QS asy-Syams [91] : 8).

Di sudut manapun di dunia ini, baik mereka yang mengenal Islam ataupun yang buta sama sekali, mereka semua akan memandang perbuatan dusta, ingkar-janji, fitnah dan berbagai keburukan perilaku yang lain sebagai perbuatan yang hina, culas dan salah. Jiwa manusia standar mengakui ini.

Datangnya Islam, adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sesuai dengan sabda
Rasulullah: انما بعثت لاتمم مكارم الأخلاق (Bahwasanya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak).

Akhlak dalam ajaran Islam tidak dapat disamakan dengan etika, jika etika dibatasi pada sopan santun antara sesama manusia, serta hanya berkaitan dengan tingkah laku lahiriyah, dan semata didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemanusiaan.

Lebih dari itu akhlak adalah ibadah yang mesti didasarkan atas semangat penghambaan kepada Allah Ta’ala.

Seorang Muslim menjadikan akhlaknya sebagai sarana mendekatkan diri pada Allah. Dia mengerjakan itu semua bukan didasarkan atas motivasi ingin mencari pamrih, pujian, atau kebanggaan. Akhlak adalah rangkaian amal kebajikan yang diharapkan akan mencukupi untuk menjadi bekal pulang ke negeri akhirat nanti.

Puncak derajat kemanusian seseorang dinilai dari kualitas akhlaknya. Bahkan kualitas keimanan pun juga diukur dari akhlak. Seluas apapun kadar kelimuan seseorang tetang Islam, sehebat apapun dirinya ketika melakukan ibadah, atau sekencang apapun pengakuannya tetang kuatnya keimanan yang dia miliki, semua itu tidak memberi jaminan.

Tetap saja, alat ukur yang paling akurat untuk menilai kemuliaan seseorang adalah kualitas akhlaknya.

Ada beberapa sasaran akhlak dalam Islam :

1. Akhlak terhadap Allah :

Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji. Bertasbih kepada-Nya. Memuji kepada-Nya. Bertawakal kepada Allah. Bersyukur kepada Allah. Bersabar atas segala Ujian dan cobaan yang diberikan Allah.

2. Akhlak terhadap sesama manusia :

Pilar-pilar yang merupakan kunci kemuliaan akhlak :

-Jujur terpercaya :

Kejujuran merupakan pondasi terpenting dalam bangunan akhlak. Tanpa kejujuran akan hilang kepercayaan. Selembut apapun sikap seseorang, seramah apapun tutur katanya, bahkan seproduktif apapun kegemarannya menolong orang lain, tetap saja semua itu tidak banyak membantu jika tidak jujur. Orang lemah lembut tapi tidak jujur akan diprasangkai punya maksud buruk di balik keramahannya itu.

Adapun cara untuk bisa jujur terpercaya hal-hal yang mesti dilakukan adalah:

Jujur perkataan : Pastikanlah bahwa setiap perkataan yang keluar dari lisan kita terlebih dulu telah melalui proses pertimbangan yang matang. Jangan sampai kita tergelincir dengan mengatakan sesuatu berupa kebohongan, sengaja atau tidak. Ketika sekali saja berbohong, maka kebohongan itu akan terus menghatui dan memenjarakan dirinya. Dia akan ketakutan jika sewaktu-waktu kebohongannya akan terbongkar. Dia akan terus menutupi kebohongannya dengan berbohong kembali agar kehormatannya selamat.

Menepati Janji : Janji itu sejenis sumpah, dan sumpah itu adalah hutang yang akan terbawa sampai mati. Siapapun yang berjanji, maka janji itu benar-benar harus diperjuangkan mati-matian untuk ditepati. Kita harus rela berkorban demi janji ini ditepati. Karena kesanggupan menepati janji adalah bukti kemuliaan akhlak seseorang.

Melaksanakan amanah :

“Hai orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad saw) dan janganlah kalian mengingkari amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kalian mengetahui.” (QS al-Anfal [8]: 27).

Bertanggung jawablah bila melakukan kesalahan. Seberat apapun hukuman dunia yang harus dipikul karena kesalahan itu, masihlah lebih ringan dibandingkan hukuman berupa siksa Allah yang perihnya tiada terlukiskan oleh gambaran apapun. Bertanggung jawablah selaku orang mu’min. bertanggung jawablah selama di perjalanan. Jangan menyerobot, tak mau antri, dan selalu berbuat bising di jalan. Dll.

- Ramah dan lemah lembut :

keramahan merupakan perpaduan dari amal-amal hati, niat yang tulus, serta kegigihan untuk selalu bersikap baik. Keramahan merupakan tahap awal kemuliaan akhlak. Alasannya adalah :

1. Keramahan adalah tanda kerendahan hati, ketawadhuan. Orang yang sombong cenderung untuk bersikap kasar, berhati keras, ketus, angkuh, dalam gerak-gerik maupun ucapannya.

2. Keramahan merupakan tanda kesabaran dan kesanggupan mengendalikan diri dalam berinteraksi dengan aneka macam perilaku orang lain.

3. Keramahan yang tulus merupakan indikasi melimpahnya rasa kasih sayang dan kegemaran hati untuk menghormati orang lain. Di sana tumbuh rasa persaudaraan yang menjadi dasar sikap mulia dan kebahagiaan. Keramahan sulit sekali dilakukan oleh orang yang hatinya penuh dengan permusuhan.

Bila kita ingin memiliki keramahan, komponen-komponen di bawah ini insya Allah bisa kita jadikan bahan evaluasi diri sekaligus sebagai program pelatihan mandiri untuk menjadi pribadi yang ramah :

a. Wajah yang cerah dan jernih

b. Tutur kata yang lembut

c. Sikap yang sopan dan penuh etika

d. Berjiwa lapang-dada dalam menyikapi orang lain

Agar kita berlapang dada, ada beberapa persiapan-persiapan yang harus kita lakukan:

1.Persiapkanlah mental kita bahwa kita harus siap menghadapi orang yang kurang menyenangkan, orang yang kurang menghargai atau bahkan orang yang hendak meremehkan kita.

2.Belajarlah untuk memaklumi dan memahami bahwa latar belakang seseorang amat beragam, sering berbeda-beda.

3.Berbaik sangkalah kepada siapapun karena Allah. Jangan biasakan mengawali sesuatu dengan prasangka buruk, karena itu akan sangat mempengaruhi cara berpikir, cara bersikap dan bertutur kata.

4. Mengalahlah. Mengalahlah jika sekiranya akan menjadi kebaikan bagi semua.

5.Maafkanlah, dan janganlah mata ini terpejam sebelum berikrar untuk memaafkan orang lain.

- Akhlak terhadap lingkungan.

Yang dimaksud lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa. Pada dasarnya, akhlak yang diajarkan Islam terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah.

Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman, pemeliharaan, serta pembimbingan, agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya.
M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an Tafsir Maudhui atas pelbagai persoalan umat, Penerbi Mizan
Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, PT Ictiar Baru Van Hoeve
Abdullah Gymnastiar, Pilar-pilar Akhlak Mulia, MQS Pustaka Grafika
AA. Qowiy, 10 Sikap Positif, Penerbit Rosda Karya
Nurkholis Madjid, Pesan-Pesan Takwa, Paramadina
Harun Yahya, Bagaimana Seorang Muslim Berfikir, Robbani Press
Sa’id Hawwa, Al-Islam, Al-I’tishom Cahaya Umat
oleh Umi Barkat

Baca Selanjutnya »
Tidak ada komentar:
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Galery Yayasan Nurul Huda

Ketua Yayasan

Santai Aja Pak Ustad Nanti Malam Kajian DI ANTV selamat Sukses

Kita Awali dg Bismillah

Ya Allah Semoga Berjalan Dg Sukses Seperti yg Diharapkan semua Pihak. Ilahi Anta Maksudi Waridhoka Matlubi.. Amin

Rekor Muri

Kita Dapatkn sesuai perjuangan pengurus yayasan Selamat Ya pak Pengurus Yayasan

Do'a Ibu Muslimah

Semoga Yayasan ini tidak ada yg Korupsi dn Selalu mengedapankn kepentingan bersama Amin

Posting Yuk

Dari pada Kita bicara yg gak ada manfaatnya mending kita Foto Bersama Maaf Tpi gak ada yg Ganteng

Kantor Yayasan

HOST

Kantor Yayasan Nurul Hidayah

Rapat singkat pengurus Yayasan Nurul Hidayah Kpd Bapak Ainur Jgn Bengong aja dn bpk Sholeh tolong serius jgn kebanyak bon Duit aja trim

READ MORE

Post

  • Kata Kata Doa Ikhlas Kesabaran Hati
    Kumpulan Kata - Kata Kata Doa Ikhlas Kesabaran Hati | Kata Doa Tabah dan Ikhlas | Kata Doa Sabar Menghadapi Cobaan. pada kesempatan kali in...
  • Kisah Muslimah yang Sabar
    Tiap orang memiliki cobaan masing-masing untuk menguji seberapa tebal iman mereka. Serta seberapa besar kesabaran yang mereka miliki. Al...
  • Selamat Datang di Website Yayasan Masjid Nurul Hidayah
    Assalamu’alaikum Wr. Wb Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, sehingga kami dari pengurus Yayasan masjid ’ Nurul Hidayah...
  • Hukum cadar menurut Madzhab Imam Syafi’i
    Hari ini begitu banyak umat Islam yang mengaku bermadzhab syafi’iyah. Namun, sedikit saja di antara mereka yang benar-benar memahami dan ...
  • Sifat Dan Ciri-Ciri Wanita Sholehah
    22 Sifat Dan Ciri-Ciri Wanita Sholehah -    Dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. Seperti ...

Label

  • Berjilbab
  • Idaman Laki
  • Ikhlas Hati
  • Kecantikan
  • Keharmonisan keluarga
  • Kepastian Wanita
  • Kesehatan
  • Sabar
  • Senyum Wanita
  • Sifat Wanita
  • Tugas Ibu
  • Wanita idaman
Komentar Live Cett Artike Baru


Recent Posts

Yasmanu

Yasmanu

Unknown
Lihat profil lengkapku

Pesan Email

Nama

Email *

Pesan *

Yasamnu © 2015 | Some Rights Reserved
Powered by : Blogger and Google
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Theme : Next yayasan masjid nurul hidayah Surabaya | Designed by : Banyu Ladhuni
Selamat datang di blog Yayasan Masjid Nurul Hidayah, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga anda senang ::: Simak berbagai info YASMANU Online melalui Facebook. Follow @Yasmanu :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email:yayasanmasjidnurulhidayah@gmail.com :::: Info pemasangan iklan, hubungi email Nurul Hidayah:yayasanmasjidnurulhidayah@gmail.com atau telepon 081-259436578 :::